Kanopi Mezzanine Jogja
Pembuatan kanopi mezzanine di Jogja untuk carport, teras dan area samping rumah yang ingin dimanfaatkan menjadi ruang tambahan di bagian atas. Bisa direncanakan untuk balkon, tempat jemur, rooftop atau area lainnya dengan konstruksi menyesuaikan fungsi dan kondisi bangunan.
Kanopi Mezzanine: Bawah Jadi Carport, Bagian Atas Masih Bisa Dipakai
Lahan rumah sekarang banyak yang terbatas.
Kadang bagian depan rumah hanya cukup untuk carport.
Setelah carport diberi atap, sebenarnya ada bidang cukup luas di atasnya yang tidak digunakan.
Dari situ biasanya muncul pertanyaan:
“Pak, kalau atas kanopi ini sekalian dibuat lantai, bisa tidak?”
Saya Haji Wawan Shri, pemilik Bengkel Las Berkah Jaya.
Jawabannya bisa saja.
Tetapi saya biasanya langsung menjelaskan satu hal:
kalau bagian atas akan diinjak orang, jangan diperlakukan seperti kanopi biasa.
Kanopi biasa pada dasarnya dibuat sebagai penutup.
Kanopi mezzanine yang bagian atasnya digunakan sebagai balkon atau lantai mempunyai fungsi berbeda.
Ada beban orang.
Ada kemungkinan meja dan kursi.
Ada pot tanaman.
Ada railing.
Bahkan kadang pelanggan ingin menambahkan ruangan lagi di kemudian hari.
Jadi konstruksinya harus direncanakan dari awal berdasarkan fungsi tersebut.
Apa Itu Kanopi Mezzanine?
Istilah kanopi mezzanine biasa digunakan untuk konstruksi yang menggabungkan fungsi penutup area bawah dengan bidang/lantai yang dapat dimanfaatkan di bagian atas.
Contohnya:
bagian bawah untuk carport,
bagian atas untuk balkon.
Atau:
bagian bawah teras,
bagian atas tempat jemur.
Secara bentuk memang terlihat seperti kanopi.
Tetapi secara struktur lebih dekat ke platform atau lantai tambahan.
Karena itu material dan konstruksinya berbeda dari kanopi dengan atap spandek, Alderon atau polycarbonate.
Kanopi Biasa dan Kanopi Mezzanine Itu Berbeda
Ini penting.
Misalnya carport ukuran 3 × 5 meter.
Kalau hanya ditutup menggunakan kanopi biasa, struktur dirancang untuk mendukung sistem atap dan beban yang relevan.
Tetapi kalau bidang 3 × 5 meter tersebut akan menjadi balkon, struktur harus mempertimbangkan penggunaan sebagai lantai.
Orang akan berjalan di atasnya.
Mungkin ada empat orang duduk.
Ada meja.
Ada kursi.
Ada railing.
Beban dan cara kerja konstruksinya berubah.
Jadi jangan membuat kanopi biasa sekarang kemudian suatu hari berkata:
“Atasnya saya kasih lantai saja.”
Belum tentu struktur awalnya dirancang untuk itu.
Tentukan Fungsi Bagian Atas dari Awal
Sebelum menentukan ukuran besi, saya lebih suka bertanya:
Atasnya nanti untuk apa?
Karena jawaban ini menentukan banyak hal.
Kalau hanya untuk akses maintenance sesekali, kebutuhannya berbeda.
Kalau untuk tempat jemur setiap hari, berbeda lagi.
Kalau untuk balkon tempat keluarga duduk, kebutuhannya lebih tinggi.
Kalau untuk menaruh barang berat, berbeda lagi.
Dan kalau suatu hari akan dibuat kamar, itu sudah masuk perencanaan yang lebih jauh.
Jangan bilang:
“Pokoknya dibuat kuat saja.”
Lebih baik fungsi sebenarnya dijelaskan sejak awal.
Kanopi Mezzanine untuk Carport
Ini salah satu penggunaan yang paling menarik.
Carport membutuhkan penutup.
Daripada bagian atas hanya menjadi atap, sebagian pemilik rumah ingin memanfaatkannya menjadi balkon atau area tambahan.
Secara fungsi kita mendapatkan dua bidang:
bawah untuk kendaraan, atas untuk aktivitas lain.
Tetapi posisi kolom harus dipikirkan.
Jangan sampai setelah dibuat kokoh, mobil justru sulit masuk karena tiang berada di tengah jalur.
Lebar mobil, bukaan pintu, gerbang dan radius kendaraan perlu diperhatikan.
Kanopi Mezzanine untuk Teras
Teras juga bisa menjadi lokasi yang memungkinkan untuk dibuat lantai tambahan di atasnya.
Misalnya lantai dua mempunyai pintu atau jendela yang dapat dihubungkan ke area tersebut.
Bagian atas kemudian menjadi balkon.
Tetapi kita perlu melihat hubungan dengan bangunan existing.
Level lantai jangan asal.
Pertemuan dengan dinding juga harus dipikirkan supaya air tidak mudah masuk ke rumah.
Kalau balkon berada tepat di depan kamar lantai dua, privasi juga perlu dipertimbangkan.
Kanopi Mezzanine untuk Balkon
Kadang rumah sudah mempunyai lantai dua tetapi balkonnya kecil.
Pemilik ingin memperpanjang bidang balkon ke atas carport.
Konstruksi baja dapat menjadi salah satu sistem yang dipertimbangkan.
Tetapi sambungan antara struktur baru dan bangunan lama perlu diperhatikan.
Jangan menganggap semua bagian rumah bisa langsung dijadikan titik tumpuan.
Kita perlu mengetahui kondisi struktur existing.
Kalau dibutuhkan perencanaan struktur, harus mengikuti engineer/perencana yang kompeten.
Kanopi Mezzanine untuk Tempat Jemur
Ini termasuk kebutuhan yang cukup masuk akal.
Bagian bawah tetap menjadi carport atau teras.
Bagian atas digunakan sebagai tempat jemur.
Tetapi ada beberapa hal yang perlu dipikirkan.
Pertama, akses tangga.
Kedua, railing.
Ketiga, pembuangan air.
Keempat, cahaya matahari.
Kelima, privasi dari rumah tetangga.
Tempat jemur yang bagus bukan hanya mempunyai lantai.
Orang harus bisa naik dengan aman dan nyaman menggunakannya setiap hari.
Kanopi Mezzanine untuk Rooftop
Istilah rooftop juga sering digunakan pelanggan.
“Atasnya mau dibuat rooftop kecil, Pak.”
Biasanya maksudnya area terbuka untuk duduk santai.
Bisa.
Tetapi kalau digunakan untuk aktivitas seperti itu, jangan lupa beban tambahan.
Meja dan kursi memang tidak terlalu besar.
Tetapi kemudian sering bertambah.
Ada pot tanaman.
Ada pergola.
Ada kanopi lagi.
Ada lampu.
Kadang ada tempat barbeque.
Karena itu fungsi rooftop harus dijelaskan sejak perencanaan.
Bisa untuk Taman di Atas Carport?
Secara konsep bisa direncanakan, tetapi jangan langsung menaruh taman di atas struktur yang awalnya hanya dibuat sebagai balkon biasa.
Tanaman bukan hanya berat pot.
Ada tanah.
Ada air.
Setelah disiram, beratnya bertambah.
Kalau membuat planter permanen, bebannya juga berbeda.
Sistem waterproofing dan drainase menjadi lebih penting.
Kalau dari awal memang ingin roof garden, sampaikan.
Struktur harus direncanakan untuk kebutuhan tersebut.
Apakah Kanopi Mezzanine Bisa untuk Kamar?
Ini pertanyaan yang harus dijawab hati-hati.
Kalau dari awal tujuan akhirnya adalah membuat kamar di atas carport, saya tidak menyarankan membuat “kanopi” terlebih dahulu kemudian menambah dinding belakangan tanpa perencanaan.
Lebih baik dari awal dianggap sebagai struktur lantai tambahan.
Karena nanti ada:
lantai,
dinding,
atap,
pintu,
jendela,
furniture,
dan penghuni.
Bebannya jauh berbeda.
Kalau memang ingin menambah ruang hunian, desain struktur harus mengikuti fungsi tersebut sejak awal dan memperhatikan ketentuan bangunan yang berlaku.
Rangka Kanopi Mezzanine Pakai Apa?
Untuk struktur seperti ini dapat digunakan profil baja sesuai kebutuhan desain.
Misalnya profil WF/IWF atau sistem baja lain yang memang direncanakan untuk menerima beban lantai.
Pemilihan profil tidak bisa hanya berdasarkan kebiasaan:
“Biasanya pakai WF ukuran ini.”
Ukuran bentang sangat berpengaruh.
Jarak antarbalok berpengaruh.
Jenis lantai berpengaruh.
Beban penggunaan juga berpengaruh.
Karena itu untuk konstruksi yang membutuhkan perhitungan struktur, ukuran profil harus mengikuti desain engineer yang sesuai.
Kami mengerjakan fabrikasi dan pemasangan berdasarkan kebutuhan struktur tersebut.
Kenapa Besi Hollow Biasa Tidak Bisa Langsung Disamakan?
Hollow sangat berguna untuk banyak pekerjaan.
Kami menggunakannya untuk kanopi, pagar, railing dan berbagai konstruksi lainnya.
Tetapi jangan menganggap karena hollow bisa membuat kanopi maka otomatis cocok menjadi balok utama lantai mezzanine.
Fungsinya berbeda.
Untuk struktur lantai yang menahan beban manusia, pemilihan profil harus berdasarkan kebutuhan struktur.
Material dipilih karena kapasitas dan fungsi, bukan hanya karena tersedia di bengkel.
Mengapa WF Sering Digunakan untuk Mezzanine?
Profil WF mempunyai bentuk dan karakter struktur yang membuatnya banyak digunakan sebagai balok atau kolom pada konstruksi baja.
Tetapi ini bukan berarti:
“Semua mezzanine harus pakai WF ukuran sekian.”
Tidak.
Bentang 3 meter berbeda dengan 6 meter.
Beban tempat jemur berbeda dengan gudang.
Jumlah kolom juga berpengaruh.
Jadi WF merupakan salah satu pilihan profil, bukan jawaban ukuran universal.
Lantai Kanopi Mezzanine Bisa Menggunakan Apa?
Ada beberapa sistem lantai yang bisa dipertimbangkan tergantung fungsi dan desain.
Salah satu yang sering digunakan pada konstruksi baja adalah metal deck/bondek dengan sistem beton yang direncanakan sesuai kebutuhan.
Ada juga sistem lantai ringan tertentu untuk aplikasi yang sesuai.
Pilihan lantai sangat mempengaruhi:
berat struktur,
ketebalan,
finishing,
kenyamanan,
ketahanan terhadap air,
dan biaya.
Jangan menentukan lantai hanya berdasarkan mana yang paling murah.
Lihat penggunaan bagian atasnya.
Bondek Bukan Sekadar Plat yang Ditaruh di Atas Besi
Kalau menggunakan sistem bondek dan beton, seluruh susunan lantai harus direncanakan sebagai sistem.
Ada support.
Ada deck.
Ada reinforcement sesuai desain.
Ada beton.
Ketebalan dan detailnya mengikuti kebutuhan struktur.
Saya sengaja menjelaskan ini karena kadang orang melihat foto pekerjaan lalu menganggap:
“Oh, cuma kasih bondek kemudian cor.”
Padahal lantai yang akan digunakan orang tidak boleh dibuat berdasarkan perkiraan saja.
Apakah Bisa Menggunakan Plat Bordes?
Untuk aplikasi tertentu bisa saja digunakan sebagai bagian dari sistem lantai baja.
Tetapi karakter penggunaannya berbeda dengan lantai beton.
Plat dapat terasa lebih industrial.
Suara langkah juga berbeda.
Untuk platform servis atau area tertentu mungkin cocok.
Untuk balkon rumah tempat duduk santai, belum tentu menjadi pilihan yang paling nyaman.
Sekali lagi, fungsi menentukan material.
Apakah Bisa Menggunakan Papan atau Material Lantai Ringan?
Ada sistem lantai ringan yang dapat digunakan untuk aplikasi tertentu.
Keuntungannya berat total bisa lebih rendah dibanding sistem beton.
Tetapi ketahanan terhadap cuaca, air dan penggunaan harus diperhatikan.
Kalau area outdoor, jangan menggunakan material yang hanya cocok untuk indoor.
Spesifikasi produk harus benar-benar sesuai dengan lokasi pemasangan.
Kanopi Mezzanine Outdoor Harus Memikirkan Air
Ini bagian yang sering lebih rumit daripada kelihatannya.
Kalau lantai bagian atas terbuka terhadap hujan, air akan jatuh langsung ke permukaan.
Kemudian air harus dibuang ke mana?
Kalau sistem lantainya tidak mempunyai waterproofing dan drainase yang benar, air bisa merembes ke bagian bawah.
Akhirnya carport memang punya lantai di atas, tetapi setiap hujan masih bocor.
Jadi fungsi sebagai kanopi harus tetap berjalan.
Waterproofing Sangat Penting
Kalau menggunakan lantai beton outdoor, sistem waterproofing harus dipikirkan.
Jangan mengandalkan beton saja lalu berharap tidak ada air yang masuk.
Detail pertemuan lantai dengan dinding juga penting.
Begitu juga area sekitar drain.
Kebocoran sering muncul bukan di tengah bidang, tetapi di detail-detail tersebut.
Kalau bagian bawah digunakan untuk mobil, rembesan air akan sangat mengganggu.
Lantai Harus Mempunyai Kemiringan
Sama seperti atap.
Air tidak boleh dibiarkan diam.
Permukaan outdoor perlu mempunyai arah menuju drain atau saluran pembuangan sesuai desain.
Tetapi kemiringannya juga jangan sampai membuat area atas tidak nyaman digunakan.
Ini harus dipikirkan sejak pengerjaan lantai.
Jangan baru membuat drain setelah mengetahui air selalu berkumpul di satu sudut.
Jangan Buang Air ke Rumah Tetangga
Kelihatannya sederhana, tetapi penting.
Bidang mezzanine bisa cukup luas.
Ketika hujan deras, volume air yang terkumpul juga banyak.
Air harus diarahkan ke sistem pembuangan milik sendiri yang sesuai.
Jangan dibuat jatuh bebas ke halaman tetangga.
Jangan juga diarahkan tepat ke pintu garasi.
Perencanaan drainase termasuk bagian dari desain.
Railing Wajib Dipikirkan dari Awal
Kalau bagian atas akan digunakan orang, sisi terbuka membutuhkan pengaman yang sesuai.
Jangan menunggu sampai lantai selesai baru berkata:
“Oh iya, belum ada pagarnya.”
Posisi railing dapat mempengaruhi detail tepi lantai dan struktur.
Tingginya juga harus mengikuti fungsi dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Kalau ada anak-anak, desain railing perlu lebih diperhatikan.
Jangan membuat celah atau bentuk yang mudah dipanjat hanya demi tampilan.
Railing Bisa Sekaligus Mempercantik Tampilan
Karena kanopi mezzanine biasanya berada di depan rumah, railing sangat terlihat.
Kita bisa menggunakan model:
besi minimalis,
expanded metal,
perforated,
cutting laser,
kaca,
atau sistem lain yang sesuai.
Tetapi saya lebih suka menentukan desain setelah bentuk fasad rumah dilihat.
Jangan membuat railing terlalu ramai kalau rumahnya sederhana.
Struktur besar sudah cukup menarik perhatian.
Tangga ke Mezzanine Jangan Dibuat Belakangan
Kalau bagian atas digunakan setiap hari, akses tangga sangat penting.
Posisi tangga harus ditentukan sebelum struktur selesai.
Kalau dibuat belakangan, sering muncul masalah:
tangga memakan area parkir,
menutup jendela,
mengganggu pintu,
atau kemiringannya terlalu curam karena ruang sudah habis.
Jadi sejak awal tentukan:
naiknya dari mana?
Tangga Putar Bisa Menjadi Solusi, Tetapi Tidak Selalu
Kalau ruang terbatas, pelanggan sering meminta tangga spiral/putar.
Memang footprint-nya bisa lebih kecil.
Tetapi kenyamanan penggunaannya berbeda dengan tangga lurus.
Kalau sering membawa barang ke atas, tangga putar mungkin kurang praktis.
Kalau hanya akses sesekali ke rooftop kecil, bisa lebih masuk akal.
Jangan memilih tangga hanya karena membutuhkan ruang paling sedikit.
Tangga Monyet Bukan untuk Semua Kebutuhan
Kalau bagian atas hanya diakses untuk maintenance sesekali, tangga vertikal mungkin bisa dipertimbangkan sesuai kondisi.
Tetapi kalau mezzanine digunakan sebagai balkon keluarga atau tempat jemur setiap hari, saya tidak menyarankan akses seperti tangga monyet sebagai pilihan utama.
Bayangkan membawa keranjang pakaian sambil naik.
Tidak nyaman dan risikonya lebih besar.
Akses harus mengikuti penggunaan.
Tinggi Kanopi Mezzanine
Ini perlu dihitung dari dua sisi.
Bagian bawah harus cukup tinggi untuk kendaraan atau aktivitas yang ada.
Bagian atas juga harus mempunyai level yang nyaman terhadap lantai bangunan.
Kalau dibuat terlalu rendah, carport terasa menekan.
Kalau terlalu tinggi, akses dari lantai dua bisa tidak cocok.
Kalau rumah sudah mempunyai lantai dua, biasanya level existing menjadi salah satu acuan penting.
Jangan Sampai Mobil Tidak Bisa Membuka Bagasi
Ini detail kecil yang sering terlupakan.
Mobil SUV atau hatchback mempunyai pintu bagasi yang membuka ke atas.
Kalau lantai mezzanine terlalu rendah, bagasi bisa mengenai bagian bawah struktur.
Karena itu jangan hanya mengukur tinggi mobil.
Lihat juga bagaimana kendaraan digunakan.
Hal sederhana seperti ini jauh lebih terasa setelah proyek selesai.
Kolom Harus Ditempatkan Sesuai Fungsi Carport
Struktur membutuhkan tumpuan.
Tetapi posisi kolom tidak boleh hanya mengikuti mana yang paling mudah dikerjakan.
Kami perlu melihat:
lebar gerbang,
posisi mobil,
bukaan pintu,
jalur motor,
dan akses pejalan kaki.
Kadang memindahkan kolom beberapa puluh sentimeter membuat penggunaan carport jauh lebih nyaman.
Tetapi perubahan posisi juga harus tetap mengikuti desain struktur.
Bisakah Kanopi Mezzanine Dibuat Tanpa Tiang Depan?
Ini pertanyaan yang sering muncul.
Secara konsep struktur cantilever memang ada.
Tetapi apakah cocok untuk proyek tertentu tidak bisa dijawab hanya dari foto.
Semakin jauh bentang tanpa tumpuan, kebutuhan struktur dan sambungannya berubah.
Jadi saya tidak akan menjanjikan:
“Bisa tanpa tiang, Pak.”
hanya supaya desain terlihat lebih bersih.
Kalau memang ingin sistem cantilever, struktur harus direncanakan untuk itu.
Bisa Menempel ke Bangunan Existing?
Bisa pada kondisi tertentu, tetapi struktur existing harus diperiksa.
Jangan melihat ada kolom beton kemudian langsung mengelas atau memasang anchor sesuka hati.
Kita perlu mengetahui apakah titik tersebut memang layak menerima beban tambahan.
Pada pekerjaan tertentu diperlukan evaluasi struktur existing oleh tenaga yang kompeten.
Lebih baik menambah struktur mandiri daripada memaksakan beban ke bagian rumah yang tidak diketahui kapasitasnya.
Apakah Kanopi Mezzanine Aman dari Gempa?
Jogja berada di wilayah yang perlu memperhatikan aspek gempa dalam desain bangunan.
Karena itu untuk struktur yang digunakan sebagai lantai dan menerima penghuni, desain tidak boleh hanya mempertimbangkan beban vertikal.
Koneksi, bracing dan hubungan antarbagian struktur juga penting.
Untuk proyek yang membutuhkan perhitungan struktur, desain harus mengikuti standar dan perencana struktur yang sesuai.
Kami tidak akan mengarang klaim:
“Pasti tahan gempa sekian skala.”
tanpa desain dan perhitungan yang mendukungnya.
Bracing Kadang Dibutuhkan Walaupun Tidak Disukai Secara Visual
Pelanggan kadang mengatakan:
“Pak, yang silang itu jangan dipasang, kurang bagus.”
Padahal pada sistem tertentu bracing mempunyai fungsi struktur.
Kalau memang dibutuhkan, jangan dihilangkan hanya karena tampilan.
Yang bisa kita lakukan adalah mencari posisi dan desain yang tetap rapi.
Struktur yang bagus bukan struktur yang semua elemennya disembunyikan.
Yang penting setiap bagian mempunyai fungsi yang jelas.
Apakah Struktur Baja Akan Bergetar Saat Berjalan?
Struktur lantai baja mempunyai karakter berbeda dengan lantai beton bangunan konvensional.
Defleksi dan getaran merupakan bagian yang perlu dipertimbangkan dalam desain.
Kalau balok terlalu ringan atau jaraknya tidak sesuai, pengguna bisa merasa lantai “mentul” ketika berjalan.
Karena itu desain tidak hanya harus kuat terhadap kegagalan.
Kenyamanan penggunaan juga penting.
Ini salah satu alasan ukuran profil tidak boleh dipilih berdasarkan perkiraan tukang saja untuk struktur yang signifikan.
Apakah Besi WF Bisa Berkarat?
Bisa.
WF merupakan baja dan membutuhkan sistem perlindungan sesuai kondisi penggunaan.
Untuk area outdoor, persiapan permukaan dan finishing penting.
Jenis coating atau cat dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Setelah beberapa tahun, kondisi finishing juga perlu diperiksa.
Jangan menunggu korosi sudah berat baru melakukan maintenance.
Bagian Bawah Kanopi Mezzanine Bisa Dibuat Rapi?
Bisa.
Ini penting terutama kalau berada di depan rumah.
Struktur baja dan bagian bawah lantai dapat direncanakan supaya tampilannya lebih rapi.
Pada desain tertentu bisa ditambahkan ceiling/plafon sesuai kebutuhan.
Tetapi kalau menutup struktur dengan plafon, pikirkan juga akses maintenance dan kemungkinan kebocoran dari lantai atas.
Jangan menutup semuanya sebelum memastikan sistem air bekerja dengan baik.
Bisa Ditambah Lampu di Bawahnya?
Tentu bisa direncanakan.
Area carport biasanya membutuhkan pencahayaan.
Instalasi kabel lebih baik dipikirkan sebelum finishing bawah selesai.
Posisi lampu jangan terlalu dekat dengan bagian yang berpotensi terkena air.
Kalau menggunakan plafon, titik lampu bisa dibuat lebih rapi.
Tetapi instalasi listrik harus dikerjakan dengan sistem yang sesuai untuk kondisi lokasi.
Kanopi Mezzanine untuk Rumah Minimalis
Struktur seperti ini cukup besar secara visual.
Karena itu menurut saya desainnya jangan terlalu ramai.
Garis balok dibuat rapi.
Kolom disejajarkan dengan elemen rumah kalau memungkinkan.
Warna struktur mengikuti fasad.
Railing dibuat sederhana.
Hasilnya bisa terlihat seperti bagian dari desain rumah, bukan tambahan yang ditempel belakangan.
Kanopi Mezzanine untuk Rumah 2 Lantai
Ini salah satu kondisi yang paling cocok kalau level lantai dua memungkinkan akses langsung ke area atas.
Misalnya kamar lantai dua mempunyai pintu menuju balkon baru.
Tetapi jangan langsung membobok dinding sebelum memastikan posisi struktur dan level lantainya.
Urutan pekerjaan perlu direncanakan.
Kita ingin struktur tambahan menyatu secara fungsi tanpa merusak bagian rumah yang sebenarnya masih baik.
Kanopi Mezzanine untuk Kost
Pada kost, area atas carport bisa dimanfaatkan untuk tempat jemur atau ruang bersama.
Ini cukup efisien dari sisi penggunaan lahan.
Tetapi karena digunakan banyak orang, railing, tangga dan kapasitas struktur menjadi lebih penting.
Jangan mendesain berdasarkan penggunaan satu orang saja.
Kalau penghuni membawa banyak jemuran atau berkumpul di atas, bebannya berbeda.
Kanopi Mezzanine untuk Cafe
Area atas bisa dimanfaatkan sebagai seating tambahan pada proyek yang memang direncanakan untuk fungsi tersebut.
Tetapi kalau digunakan untuk bisnis dan banyak pengunjung, kebutuhan keselamatan dan struktur lebih tinggi daripada balkon rumah pribadi.
Tangga, railing, jalur evakuasi, kapasitas pengguna dan ketentuan bangunan perlu diperhatikan.
Jangan membuat mezzanine cafe hanya berdasarkan foto referensi.
Kanopi Mezzanine vs Kanopi Biasa
Perbedaan paling sederhana:
Kanopi biasa: bagian atas berfungsi sebagai atap.
Kanopi mezzanine: bagian atas direncanakan menjadi lantai/area yang dapat digunakan.
Karena fungsi berbeda, harga dan konstruksinya juga tidak bisa dibandingkan langsung.
Jangan melihat luas 20 m² lalu membandingkan harga per meter kanopi Alderon dengan mezzanine.
Material dan pekerjaannya memang berbeda jauh.
Kanopi Mezzanine vs Balkon Beton
Balkon beton konvensional dan konstruksi baja mempunyai karakter berbeda.
Struktur baja bisa menjadi pilihan untuk penambahan pada bangunan existing karena metode konstruksinya berbeda dan dapat direncanakan sebagai sistem tersendiri.
Tetapi bukan berarti selalu lebih baik atau lebih murah.
Beton mempunyai kelebihan sendiri.
Baja juga mempunyai kelebihan sendiri.
Pilihan harus melihat bangunan existing, bentang, fungsi, waktu pekerjaan dan desain struktur.
Kanopi Mezzanine vs Dak Beton
Kalau pelanggan mengatakan:
“Lebih bagus WF atau dak beton?”
saya tidak langsung memilih salah satu.
Kalau rumah sejak awal dirancang menerima dak beton tambahan, kondisinya berbeda dengan rumah existing yang ingin menambah platform tanpa pekerjaan beton konvensional yang besar.
Struktur existing harus diperhatikan.
Jadi jangan memilih hanya dari harga per meter.
Kanopi Mezzanine vs Mezzanine Indoor
Mezzanine indoor biasanya dibuat untuk menambah lantai di dalam ruangan dengan tinggi plafon yang cukup.
Kanopi mezzanine lebih banyak berada di area luar dan sekaligus berfungsi sebagai penutup area di bawahnya.
Karena outdoor, masalah hujan, waterproofing, drainase dan korosi menjadi lebih penting.
Itulah sebabnya halaman ini tidak saya samakan dengan pekerjaan mezzanine indoor.
Berapa Harga Kanopi Mezzanine di Jogja?
Saya tidak menyarankan memberikan satu harga per meter tanpa mengetahui fungsi.
Biayanya dipengaruhi oleh:
luas lantai;
bentang struktur;
fungsi area atas;
profil baja;
jumlah dan posisi kolom;
sistem lantai;
tangga;
railing;
waterproofing;
drainase;
finishing baja;
kondisi struktur existing;
akses pekerjaan;
serta kebutuhan desain/perhitungan struktur.
Mezzanine 15 m² untuk tempat jemur tidak otomatis mempunyai harga yang sama dengan 15 m² balkon yang akan digunakan sebagai area berkumpul.
Kenapa Harga Kanopi Mezzanine Jauh di Atas Kanopi Biasa?
Karena yang dibuat bukan sekadar atap.
Kita membuat struktur lantai.
Ada balok utama.
Balok sekunder.
Kolom.
Sambungan.
Lantai.
Railing.
Mungkin tangga.
Waterproofing.
Drainase.
Finishing.
Dan pada kebutuhan tertentu ada desain struktur.
Kalau hanya ingin carport terlindungi dari hujan dan bagian atas tidak akan digunakan, tidak perlu memaksakan mezzanine.
Kanopi biasa jauh lebih sederhana.
Jangan Cari yang Paling Murah Sebelum Tahu Struktur yang Ditawarkan
Kalau membandingkan penawaran, tanyakan:
Profil balok utamanya apa?
Profil kolomnya apa?
Sistem lantainya bagaimana?
Fungsi lantai yang dihitung untuk apa?
Railing termasuk?
Tangga termasuk?
Waterproofing termasuk?
Drainase termasuk?
Finishing baja bagaimana?
Apakah diperlukan desain struktur?
Baru setelah spesifikasi jelas harga bisa dibandingkan.
Jangan sampai penawaran murah ternyata hanya menghitung rangka dasar dan belum menjadi area yang benar-benar siap digunakan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Kanopi Mezzanine
Awalnya membuat kanopi biasa, kemudian ingin lantainya diinjak.
Struktur belum tentu dirancang untuk itu.
Tidak menentukan fungsi bagian atas.
Tempat jemur dan ruang berkumpul mempunyai kebutuhan berbeda.
Lupa memikirkan tangga.
Setelah selesai baru bingung naik dari mana.
Tidak membuat drainase.
Air akhirnya menggenang.
Menganggap beton otomatis tidak bocor.
Area outdoor tetap membutuhkan detail waterproofing yang benar.
Posisi kolom mengganggu mobil.
Struktur harus mengikuti fungsi carport.
Railing dibuat belakangan.
Padahal ini bagian keselamatan.
Menambah pot atau beban berat tanpa mempertimbangkan desain awal.
Jangan mengubah fungsi lantai sembarangan.
Memaksakan tanpa tiang demi tampilan.
Cantilever harus direncanakan sebagai cantilever.
Kapan Saya Tidak Menyarankan Kanopi Mezzanine?
Kalau bagian atas sama sekali tidak akan digunakan, buat kanopi biasa.
Lebih sederhana dan biayanya jauh lebih masuk akal.
Kalau hanya sesekali membutuhkan akses untuk membersihkan atap, tidak perlu membuat seluruh bidang menjadi lantai.
Kalau tujuan akhirnya membuat kamar permanen, sebaiknya rencanakan sebagai penambahan ruang/struktur bangunan sejak awal.
Dan kalau bangunan existing tidak memungkinkan menerima tambahan struktur seperti yang diinginkan, jangan dipaksakan hanya karena ingin mendapatkan ruang tambahan.
Apakah Kanopi Mezzanine Layak Dibuat?
Menurut saya layak kalau memang ada dua kebutuhan sekaligus.
Misalnya:
butuh carport + butuh balkon.
Butuh teras + butuh tempat jemur.
Butuh parkiran + butuh area duduk di atas.
Di situ biaya struktur mempunyai manfaat yang jelas.
Tetapi kalau hanya karena:
“Sayang atas kanopi kosong.”
belum tentu perlu.
Ruang tambahan baru berguna kalau benar-benar akan digunakan.
Mau Membuat Kanopi Mezzanine? Ceritakan Bagian Atas Mau Dipakai untuk Apa
Kalau ingin konsultasi, jangan hanya kirim pesan:
“Pak, harga mezzanine 20 meter berapa?”
Lebih membantu kalau kirim foto lokasi dari depan dan samping.
Kemudian berikan perkiraan:
panjang × lebar area.
Setelah itu ceritakan:
bagian bawah untuk apa,
dan yang paling penting:
bagian atas akan digunakan untuk apa.
Misalnya:
“Bawah untuk carport, atas mau buat tempat jemur.”
“Saya mau bikin balkon dari kamar lantai dua.”
“Atasnya cuma untuk duduk sore.”
“Nanti kemungkinan mau diberi atap lagi.”
“Saya ingin rooftop dan ada beberapa pot tanaman.”
Informasi seperti itu sangat penting.
Dari sana baru bisa dibicarakan konsep struktur, lantai, posisi kolom, akses tangga, railing dan sistem pembuangan air.
Untuk kanopi mezzanine, saya lebih suka sedikit lebih lama di tahap perencanaan daripada cepat menentukan ukuran besi tetapi ternyata fungsi akhirnya berubah.
Karena begitu bagian atas akan digunakan manusia, yang kita buat sudah bukan sekadar kanopi.
Kita sedang membuat ruang baru di atas struktur baja.
Haji Wawan Shri
Bengkel Las Berkah Jaya
Jenis Kanopi Mezzanine Lainnya
Tidak hanya Kanopi Mezzanine. Kami menerima berbagai pekerjaan las dan konstruksi besi yang dibuat menyesuaikan ukuran serta kebutuhan di lokasi.
Punya Contoh Model Kanopi Mezzanine? Kirim Saja ke WhatsApp
Tidak harus tahu nama bahan atau spesifikasi besinya.
Kalau sudah punya foto referensi Kanopi Mezzanine yang ingin dibuat, kirim fotonya ke kami melalui WhatsApp. Beri tahu juga perkiraan ukuran dan lokasi pemasangan Kanopi Mezzanine.
Kami bantu cek apakah model Kanopi Mezzanine tersebut memungkinkan dibuat di lokasi Anda dan mendiskusikan bahan serta pengerjaannya.
Kalau belum punya contoh juga tidak masalah. Ceritakan saja kebutuhannya.
Testimoni Kanopi Mezzanine Jogja
Lihat pengalaman pelanggan Kanopi Mezzanine yang telah menggunakan jasa Bengkel Las Berkah Jaya di Jogja dan sekitarnya.
Area Layanan Templatepropduk
Workshop kami berada di Saragon, Pandowoharjo, Sleman. Dari sini kami melayani pengerjaan ke berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa daerah Jawa Tengah yang masih berada di sekitar Jogja.
Mau Tanya Harga Kanopi Mezzanine? Boleh Konsultasi Dulu
Harga pekerjaan las Kanopi Mezzanine tidak selalu bisa disamakan karena ukuran, model dan bahan yang digunakan bisa berbeda. Supaya kami bisa memberikan gambaran yang lebih sesuai, Anda dapat mengirim:
foto lokasi + perkiraan ukuran + contoh model yang diinginkan.
Kalau memang diperlukan, selanjutnya kita bisa atur waktu untuk melihat dan mengukur lokasi.









